Berawal dari percakapan dengan buddy* di kamar saya dan niat tulus untuk mendalami bahasa ibu lelaki2 idaman saya akhirnya saya mendownload sebuah drama adaptasi dari novel fiksi mengenai kisah pelajar Sungkyunkwan University dari dinasti Joseon. Drama ini kurang lebih setipe dengan drama korea lainnya, seperti You're Beautiful, dan Coffee Prince. Kisah tentang seorang perempuan bernama Kim Yoon Hee (Park Min Young) yang terpaksa menyamar menjadi laki-laki bernama Kim Yoon Shik (yang sebenarnya nama adiknya), di awal cerita memusuhi tokoh utama laki-laki Lee Seon Joon (Park Yuchun) tapi kemudian jatuh cinta dengannya. Dan dikisahkan pula Kim Yoon Hee-KYH hidup dikelilingi laki-laki tampan lainnya seperti si playboy Goo Young Ha (so joong ki) dan si berandal Moon Jae Shin (Yoo Ah In). Bisa dibayangkan dong ya bagaimana kisahnya amat menyerupai You're Beautiful dan Coffee Prince...
![]() |
| Moon Jae Shin dan Polem yang 'gak natural' berantakan |
Ceritanya memang sedikit klise ditambah lagi terdapat beberapa kejanggalan dalam drama ini. Kejanggalan itu antara lain terdapat pada; Properti shooting, beberapa properti shooting seperti buku, pakaian, dan peralatannya terlihat dalam keadaan yang 'amat rapi' dan kelihatan terlalu baru. Wig pemain terutama dari salah satu tokoh pembantu utama, Moon Jae Shin agaknya mengganggu penglihatan. Dengan setelan rambut yang tidak pernah berubah di setiap keadaan menjadi terlihat agak tidak natural berantakan tapi sengaja dibuat2. belum lagi dengan gaya rambut yang 'polem' hahaha bikin saya jadi mengkhayal apakah band emo sudah terkenal sejak jaman joseon? hehehe. Dan kemudian, Soundtrack yang amat modern, yang untuk pertama kali mendengarnya saya langsung sedikit merasa janggal. but then it's okay. suara halus jaejoong (personil dbsk dan jyj yg mukanya kelewat cantik tp badan se-kekar ade rai) meruntuhkan semua kejanggalan.
Terlepas dari kejanggalan yang ada pada drama tersebut, sebenarnya jalan cerita cukup menarik karena ya itu, menggunakan setting jaman Joseon. Jadi si tokoh utama pria, Lee Seon Joon dan teman-temannya memiliki khas dialog ala jaman baheula, tutur kata sopan dan tertata. Apalagi dikisahkan juga mereka ini hidup dalam lingkungan orang terpelajar, di universitas eh perguruan Sungkyunkwan. Kalau mereka berdialog seperti (ceritanya) menggunakan kutipan2 dari pantun/puisinya korea jaman dahulu. Mereka seperti memperlihatkan ikatan norma sosial yang masih amat kental di berbagai aspek kehidupan bermasyarakatnya. Tercakup pula jalinan kisah asmara mereka di dalamnya.
Buat saya si penggemar kisah cinta klasik, romantisme si Lee Seon Joon jadi punya nilai lebih karena bungkusannya yang kuat dari norma sosial. Bagaimana dia menyampaikan isi hatinya, bagaimana dia merayu Kim Yoon Shik/Hee, bagaimana dia harus menjaga gadis itu dengan cara yang kental khas kisah jaman dahulu. Dan juga karena sifat patriarki yang masih amat kuat, semua yang dilakukan oleh Lee Seon Joon dan Moon Jae Shin bukan main bikin saya harus mengulum bibir dan memejamkan mata, betapa inginnya dilakukan setulus itu oleh lawan jenis, yang kini sepertinya sulit sekali didapat.
Di drama ini memperlihatkan betapa patriarkinya Korea jaman dahulu. Okay pada umumnya patriarki memang condong ke arah negatif karena perlakuan lelaki yang amat 'menjajah' wanita, tapi di film ini secara halus diperlihatkan bahwa memang ada sebenarnya kodrat wanita yang tidak akan bisa lepas dan membutuhkan peran lelaki yang lebih besar. Bukan berarti saya adalah orang pro Patriarki dan anti emansipasi. Hanya saja saya menyadari bahwa pada suatu saat wanita akan lebih banyak dikuasai oleh emosi, perasaan atau apapun itu yang membuatnya sebentar melupakan logika dan rasionalitas. Dan pada suatu saat fisik wanita akan berada di titik yang lebih lemah dari laki laki.
Tulisan ini terlalu berantakan, karena saya terlalu menyukai drama ini, bingung apa yang harus saya ungkapkan dan saya ceritakan. i can not tell directly how it blown my mind how it turn me into a 'homeschooling' student because i skipped classes only to watch this one.
![]() |
| look at dorky yong ha, cute yoon shik, conservative seon joon and smirky jae shin |
Betapa akhirnya saya amat menyukai soundtrack drama ini dan membuat saya secara mendadak membeli tiket konser seharga tiga sepatu. Oh betapa saya inginnya berbincang dengan seseorang mengenai drama ini..
betapa saya ingin melihat Lee seon Joon ada di kehidupan nyata hahahah*teman korea yang 'bertugas' menemani kehidupan korea untuk pelajar asing di kampus saya




2 komentar:
gw selalu takut menonton dorama korea karena cuma bikin estrus aja. nanti deh beli di kober buat menemani liburan hihi
eh gimana di sana?
Kan korsel udh deklarasi perang bukan sama korut?
hati2 yo, sama si mama mayeng jg.
kan ga lucu tu kl tiba2 kalian disuru ikut perang gr2 ngeliat kalian sepertinya 'punya semangat tinggi' hahahahahah
Post a Comment
kata komentator