a friend
by Anissa Amalia Sultoni on Tuesday, August 31, 2010 at 1:12pmGw punya seorang teman. Panggil saja yuni. Yuni ini salah satu orang yang memiliki pemikiran yang sering kali berseberangan sama gw. Saat gw berusaha menanamkan bahwa kita harus melihat sisi positif dari seuatu, gw bertemu dengan yuni yang lebih baik melihat permasalahan dari sudut pandang terburuk. Lalu kenapa kami berteman? Karna perbedaan itu.
Karna kadang gw terlalu naïf untuk percaya dengan hidup. Saat itu terjadi yuni ini yang nantinya akan mengingatkan bahwa tidak semua yang kita lihat seindah semestinya. Kadang malah saat gw sendiri yang terlalu berprasangka buruk akan sesuatu, yuni ini yang akan membuat gw tertegun. Banyak hal yang saya dapat dari yuni ini. Bahwa kita harus menjadi diri sendiri. Bahwa kita jangan bergantung dengan orang lain.
Kita sama-sama ngekost di kutek, sehingga sering dulu kita di kampus sampe malam (pokoknya sampai batas bikun terakhir) lalu pulang ke kutek. Tidak jarang nanti gw yg ke kostan yuni atau sebaliknya. Dari sekian banyak kunjungan ke kostan masing-masing, hanya sepersekian yang berhubungan dengan permasalahan kuliah, selebihnya? Gossip dan nonton, entitas terbesar dalam hidup kami berdua.
Lalu karna kami sama-sama penunggang Deborah yang warna ungu yang ngeselin tapi emang butuh itu, kami sering pula pulang bersama-sama. Biasanya kami berdiri dan didempet-dempey oleh para keneknya. Karna mungkin tidak sendiri, apabila kami didempet-dempet, yang terjadi adalah kami malah tertawa (padahal kalo sendiri udah pengen nampar keneknya).
Oh ya satu dari yuni ini adalah dia seorang yang pantang menyerah. Dulu mungkin gw Cuma kagum-kagum tai ayam sama perjuangannya, tapi semuanya terbayar. Semangat dia, keluhan dia, kesampahan dia, akhirnya membuahkan sesuatu. Bukan berbentuk buah hati tetapi berbentuk beasiswa. Yuni ini akan pergi ke negeri orang. Pertama kali gw denger dia bilang satu bulan jadi ya biasa aja, ternyata 6bln. Awalnya gw biasa aja tapi lama kelamaan gw makin sedih. Bukan, bukan sedih karna dia bisa ketemu dan deket sama idola idola kpop gw, tapi sedih berarti ada lagi yang pergi. Gw bukan orang yang menyukai perpisahan dan perubahan. Dan kepergian yuni ini jelas akan merubah hidup gw nanti. Siapa lagi yang akan gw sms pagi2 ajak sarapan? Siapa lagi yang jadi temen gw nunggu bikun? Siapa lagi yang jadi temen ketawa ngetawain diri sendiri?
Pertemanan kita bukan hanya berdua, ada banyak teman-teman kita yang lain dan gw yakin semua sama kehilangannya dengan gw.
Saya sangat senang untuk yuni, saya ingin saat nanti dia pulang dia tetap jadi yuni. Saya berharap mungkin nanti dia akan mengerti bahwa kita tidak akan terus bisa bertahan sendiri dan memang butuh teman (IF u know what I mean..) bahwa semua sedih (dan senang juga) tidak harus dia bawa sendiri. Karna teman akan selalu berbagi.
Take care my dear, always be the best everywhere dan kurangin lah negative thinking lo itu. Hehe
please be the best everywhere you are! (dan jgn lp merchandise kpop buat gw)
love,
a friend
*yuni bisa nama sebenarnya dan bukan nama sebenarnya
8.31.2010
letter from icha
i got this special note from icha, one of my dearest friend, a warm and used-to-be-the-it-girl-at-highschool, and also a heechul bias!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 komentar:
astaga gw baru baca ini, dan gw terhenyuh *ceileh*... hiks hiks. ternyata ada juga yang merasa kehilangan dengan kepergian lo. hahaha. jangan lupa oleh2 pria tampan yak...
Post a Comment
kata komentator