Showing posts with label hiburan. Show all posts
Showing posts with label hiburan. Show all posts

2.07.2012

Libur murah di Pangandaran

rencana liburan yang saya punya itu banyaknya luar biasa, tapi selalu terhambat entah karena jadwal atau uang atau apapun. Padahal seringkali saya sudah merencanakan masak-masak untuk sebuah liburan tapi entah, kebanyakan selalu batal. Hingga akhirnya, beberapa waktu lalu saya mendapat ajakan spontan untuk berlibur ke pangandaran. Benar-benar spontan bahkan saya saja baru menyiapkan perlengkapan liburan beberapa jam sebelum berangkat (berangkat pukul 6, siap-siap jam 4 hehehe).. Sebenarnya saya pernah berlibur ke pangandaran bersama dara-dara cantik jurusan kom tahun 2010 lalu, jadi saya tidak terlalu excited, tapi berhubung liburan kali ini sekaligus perpisahan seorang teman, saya mengiyakan saja meski sedikit berat hati hahahah. Hasilnya? Ternyata liburan selama 3 hari dua malam ke pangandaran kali ini tak kalah menyenangkan!

Day #1-2
Kami berkumpul di terminal kampung rambutan untuk kemudian langsung menaiki bis express menuju pangandaranKami naik bis 'merdeka' dengan biaya Rp. 60.000,- mungkin karena bukan musim liburan jadi bisnya agak lengang.. bis yang lengang membuat bis jadi terasa lebih dingin. saran saya, bawalah jaket atau pakai pakaian yang cukup panjang. penting juga memakai kaus kaki, karena ternyata AC di bagian bawah (kaki) juga cukup dingin.
sempit-sempit asik di bis
Perjalanan ke pangandaran cukup lama, sekitar 8 jam. Ketika sampai di terminal pangandaran pukul 4 pagi , terminal sepi sekali... tapi ternyata masih banyak becak yang kemudian menawarkan mengantar kami ke penginapan yang direkomendasikan oleh si tukang becak, yang konon harganya agak miring.
Ternyata jarak terminal dengan penginapan tidak terlalu jauh, dan pada dasarnya bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit-an. Oh iya, kalau naik becak, ongkosnya ditawar saja dan gunakan uang pas, daripada tidak ikhlas karena mereka biasanya tidak mengembalikan kecuali diminta.
Penginapan kami, maaf lupa namanya tapi kalo tidak salah kenanga atau anggrek  menawarkan paket kamar dan bungalow, untuk kamar rate-nya mulai dari Rp 150.000,- sementara bungalow mulai dari Rp 250.000,-. Kami memilih bungalow yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan sebuah ruang tamu. Kondisi penginapannya kurang lebih seperti kamar kos, cukup nyaman dengan harga yang tergolong murah. 
Karena letih ahirnya kami memutuskan untuk beristirahat sebelum memulai aktivitas liburan apalagi setelah tidur-tidur ayam di bis yang cuma bikin pegal badan  

Day #2
Berdasar pada rekomendasi yang didapatkan di internet, kami memutuskan untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang dekat dengan pangandaran seperti Green Canyon, Batu Karas, dan Batu Hiu lebih dulu dibandingkan dengan pantai pangandaran.
Tujuan pertama adalah Batu Karas. Ketika sampai, tak ada yang terlihat sangat istimewa di pantai ini kecuali adanya sebuah karang besar yang ada di kedua ujung pantai. Tapi ternyata Batu Karas ini  cukup terkenal di kalangan surfer dan turis asing, bahkan ada sebuah penginapan yang direkomendasikan national geographic bernama 'Java Cove'. Pantai Batu Karas cukup sepi, sehingga wahana permainan seperti banana boat, butterfly (kita bisa memilih dijatuhkan di air atau tidak) ataupun jetski yang ditawarkan cukup murah. 

teman-teman yang mencoba 'butterfly', steve (kiri belakang) bahkan sudah terjatuh sebelum permainan dimulai hahahahah
Setelah kurang lebih 30 menit  bermain di batu karas karena abang-abang butterfly gak kuat lagi ngangkat teman2 saya setiap abis dijatuhkan , kami melanjutkan perjalanan selama kurang lebih selama 30 menit menuju Green Canyon (sebuah tempat wisata yang memiliki tebing-tebing alam dan dikelilingi air yang berwarna hijau zamrud).
Kami sempat khawatir akan disambut Brown Canyon karena curah hujan yang sedang cukup tinggi, tapi ternyata Alhamdulillah ketika tiba, kami disambut Green Canyon..
Meski sebelumnya sudah mendatangi Green Canyon, tapi kali ini saya mendapatkan pengalaman yang lebih seru, karena saya dan teman2  benar benar menelusuri hingga puncak arus terbesar dan bahkan mendaki beberapa tebing yang cukup tinggi. Mungkin karena kebetulan guide kami juga masih sangat belia, jadi dia sangat lincah 'menuntun' kami menelusuri Green Canyon lebih detail. Di salah satu tebing, ada sebuah kolam pemandian putri katanya   yang konon bikin enteng jodoh, rezeki dan enteng badan  .

airnya jerniiih~
Kolam enteng jodoh
Si AA (pojok kanan), kecil-kecil jagoan neon
 Bermain di Green Canyon itu dibatasi waktunya, jadi kalo sudah waktunya pasti si guide akan mengarahkan kita kembali ke perahu..  sebenarnya waktu main kami melewati batas karena harus nunggu saya yang nggak kunjung lompat dari tebing   tapi tarifnya tetap sama karena berhasil nawar heeheh. Untuk sewa perahu, biayanya Rp 75.000,- kemudian biaya 'bermain+guide' Rp 150.000,- selama kurang lebih satu jam.

 Selesai dari Green Canyon kami langsung melanjutkan ke Batu Hiu..
Di batu hiu tidak diperbolehkan untuk berenang, dan memang pada saat itu ombaknya benar benar besar.. Pantai ini sangat sepi, hanya kami lah pengunjung disana... Jika kita naik ke puncak tebing Batu Hiu, pemandangannya sangat menyejukkan, kurang lebih sedikit mirip dengan tana lot di Bali. Potensi tempat ini cukup besar, sayangnya perawatannya terlihat sangat tidak maksimal :(


 


Hujan yang cukup deras membuat kami berteduh cukup lama di Batu Hiu.. 
Btw, mungkin karena jumlah wisatawan tak sebanyak biasanya dan pendapatan penduduk menurun, bahkan ketika saya numpang men-charge baterai handphone, saya kena 'charge' juga lho sebesar Rp 2000,- hmppffttt padahal cuma nambah 4%.... 
Hujan reda dan hari sudah menjelang petang, tapi kami masih punya satu destinasi yakni cagar alam! Niat yang akhirnya harus diurungkan karena si supir angkot sudah mulai mengoceh minta tambah tarif, katanya sudah lewat jam sewa. hhhhh katanya sih sewa bebas seharian tapi jam 4 sudah minta habis.. 
yasudahlah, toh ternyata cagar alam jaraknya cukup dekat dari penginapan. 
Malamnya kami berkeliling mencari durian tapi tak berhasil menemukan dan hanya berhasil menyantap jagung bakar di dekat pantai...yummmy~
*biaya sewa angkot adalah Rp 200.000,-/hari termasuk bensin. semakin banyak orang akan semakin murah :D

Day #3 
Hari terakhir kami dedikasikan untuk Pangandaran saja, dimulai dari pagi hari kami sudah berjalan menelusuri pantai Barat untuk menuju Pasir putih, tempat yang indah di balik busuknya pantai pangandaran yang penuh sampah Sebenarnya dengan menaiki perahu, menuju pasir putih hanya menghabiskan waktu sekitar 5 menit tapi kami ingin lebih menikmati pemandangan alias ngirit  dengan berjalan kaki. tapi kok........ LAMA YA!!!
Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa sepeda. Jika pada musim liburan biaya sebesar Rp 25.000,- adalah biaya sewa per jam, kali ini kami membayar biaya tersebut untuk pemakaian selama sepuasnya hahahha. 
Menuju pasir putih harus melewati cagar alam dan ternyata tidak diperbolehkan menggunakan sepeda T..T ... Banyak kera yang lapar di cagar alam, waspadalah jika beberapa kera ada yang mendekati anda, kemungkinan besar mereka mencoba membuka tas anda untuk mencari makanan. 
lutung!
perbatasan antara sungai dan laut, yang memisahkan cagar alam dengan pasir putih

ini alasannya kenapa pantai di 'pasir putih' berwarna putih, pasirnya adalah serpihan kerang dan karang :D
ada ahjussi di pangandaran :P
pantai yang sangat indaaaah~
Selesai bermain di pasir putih kami langsung menuju penginapan untuk segera check out, kemudian dilanjutkan dengan makan siang seadanya hahaha. karena tidak tahu jadwal bis, kami akhirnya ke terminal untuk mengecek, dan tada! ternyata bis baru datang pukul 7 malam, sementara saat itu baru pukul 2 siang.... 
Tidak kehabisan ide, kami kemudian bersepeda (dengan sepeda yang sama :P) mengelilingi pangandaran. Fakta baru yang saya dapatkan adalah, ternyata pantai di pangandaran terbagi menjadi pantai barat dan timur, wilayah yang selama ini kami kira adalah gabungan barat dan timur ternyata baru pantai barat saja. 
Pantai timur terletak di balik pasir putih, pantainya tidak terlalu bagus, mirip ancol karena tidak ada pasirnya, tapi banyak wahana permainan air yang lebih seru seperti banana boat, jetski, dkk, dan juga penginapan yang lebih lucu.... 
Awalnya kami hanya menghabiskan waktu dengan bersepeda riang+wisata camilan tapi setelah ditawari permainan  air yang di diskon sampai 70% saking sepinya pantai pangandaran kami jadi tergiur untuk mencobanya... hahahah.

baywatch?
kalo di zoom, si mamang  (ujung kiri) punya sixpack yg gak kalah heboh sm  idol korea
Sebenarnya kalau kami masih punya waktu, pasti kami sudah mencoba berbagai macam permainan, karena harganya sangat murah (kami boleh bermain sepuasnya dengan tiga permainan berbeda dengan membayar Rp 50.000/org). Tapi apa daya, akhirnya kami harus cukup puas menaiki banana boat. Begitu selesai main air, kami langsung mengembalikan sepeda dilanjutkan dengan berjalan menuju terminal, sehat sekali liburan kali ini, setelah genjot sepeda sampe 3 jam terus jalan kaki, tapi sayangnya nggak bikin kurus instan hahahah..

Kami pulang menuju jakarta dengan bis yang berbeda, mereknya gapura rahayu. harganya sama tapi kualitasnya lebih jelek dari bis merdeka, dan yang paling mengejutkan adalah.....munculnya bayi2 kecoa dari sela sela kaca bus ketika bus sudah mulai tenang dan gelap...AAAAAAAAAAAAAAAAKHHH!!! untung masih ada beberapa tempat kosong jadi saya pindah ke tempat lain. waspada teman-teman, kecoak bisa datang dan hadir kapan saja!!!

Secara garis besar, liburan ini sangat menyenangkan terutama dengan beberapa fakta seperti biaya yang lebih murah plus lokasi yang jadi terasa lebih nyaman karena destinasi yang sedang sepi-sepinya

PS ; sepanjang liburan di pangandaran, saya sering banget ngeliat turis asing yang bawaannya banyak banget, menurut ais, mereka pasti berencana menghabiskan waktu yang lama di pangandaran dan sekitarnya. Semoga ke depannya, objek wisata di Indonesia bisa lebih dilestarikan dan dikomersilkan ya :D





7.29.2011

ahjumma post: LIE TO ME



sebenernya kerjaan yang harus dilakukan banyak banget tapi entah kenapa udah seminggu ini kerjaan saya cuma nonton drama aja, mulai dari BOSS 2, City hunter, Greatest love, Miss ripley, Heart string, sampe yang baru aja ditamatin: Lie to Me.

ceritanya, seperti kebanyakan drama korea, berkisah tentang seorang laki laki kaya maha idaman segala wanita, Hyun Ki Joon (HKJ) yang ber'cinta' dengan wanita kalangan menengah cenderung ceroboh dan super biasaaaaaa, Gong Ah Jung (GAJ). berawal dari kecerobohan GAJ yang mengaku ngaku sudah menikah karena tak tahan dengan sakit hatinya, terhadap teman dekat yang merebut cinta pertamanya. kabar burung pernikahannya semakin membesar dengan 'bantuan' mulut ke mulut temannya, terlebih setelah salah seorang temannya mendapati GAJ bersama dengan Hyun Ki Joon. inti ceritanya kedua tokoh yang sangat bertolak belakang karakter, status sosial dan sebagainya itu lambat laun jatuh cinta. Meski pastinya dengan bumbu bumbu masalah khas drama seperti adanya gadis masa lalu si tokoh cowok, kendala dari lingkungan karena perbedaan status dan sebagainya.

terus kalo biasa aja kenapa di review? karena meski sebenernya terkesan biasa aja, tapi saya suka di beberapa episode akhir dimana si cewek merasa takut dengan lamaran pernikahan dari si cowok kaya maha idaman perempuan, disini saya merasa si cewek manusiawi banget dan menunjukkan sisi real dari sebuah drama. tidak mendramatisir ketika si cewek memutuskan untuk menenangkan diri selama sebulan di jeju island sambil menyibukkan diri dengan pekerjaannya. meski memang pada akhirnya menikah juga, tapi ada prosesnya, saya suka ketika pergulatan batin si cewek diperlihatkan seolah seolah kita jadi bisa merasakan juga apa apa saja yang akan menjadi resiko seorang calon nyonya dirut. ketika akhirnya si cewek menemukan apa yang hilang, yang membuat dia jadi yakin kembali buat ngambil resiko menjadi nyonya dirut.....

intinya saya suka banget sih karena cerita si marriage blues-nya heheheh... :P
anyway, si hyun ki joon ini mirip banget sama yunho, makanya lama2 jadi makin suka nonton drama ini hihihi

2.22.2011

megamind and the bad person



I finally watched 4D movie in korea's largest movie theatre chain, CGV. By the beauty and kindness effect one of my friend, i get that for FREE. free pay but not free effort, i have to walk about 3km before taking the subway because of the heavy snow. first time i heard the movie tittle i thought it was a robotic action movie, gladly know it's a pixar magical work. it was MEGAMIND.
this movie tells a unique side of a villain named Megamind. firstly like all the villain type, want to conquer the people. But in this story *sorry it is spoiler* he got a twisted character, after he won the battle with the town's superhero, Metro Man, he suddenly feel life is pointless. At the same time,he accidentally met a girl,who actually is his antis.. ever since he met this girl named roxanne, he always hide his self as a geek librarian named bernard. They inspired each other alongside their lovely date. He, inspired indirectly by roxanne, try to create a hero. But somehow, instead creating a hero he created another villain...  in short, because of that, he was forced to become the new good character.
somehow, the power of (roxaanne) love, who apparently still love though she finally found out it was megamind all this time, finally change him bit by bit into a better megamind, and found himself as the new town's sweetheart..

I really enjoy watching this movie, beside the pixar effect, also the story is unique with some politic humor inserted :D

i, in real life is a real bad person compared to megamind, can i just change my self to be someone nicer like megamind?
hmm, i guess untill my baby born another baby i will still be this bad person, except i find someone as important as roxanne for megamind, maybe i could. who know....
 in life people will always rotate their role, being bad after good or being good after bad.

this world need bad and good, mostly BAD people hahahhahah *like me*


ps : watching 4D, is not really different from 3D. you can just feel the differences on the moving-like-vibrating chair, some wind blowed into your back neck, something feel like a light punch on your back waist. yeah, all of these is a good combination for watching porn, i guessed hahahhahah

11.24.2010

Patriarki dan Kisah cinta klasik di Sungkyunkwan Scandal




Berawal dari percakapan dengan buddy* di kamar saya dan niat tulus untuk mendalami bahasa ibu lelaki2 idaman saya akhirnya saya mendownload sebuah drama adaptasi dari novel fiksi mengenai kisah pelajar Sungkyunkwan University dari dinasti Joseon. Drama ini kurang lebih setipe dengan drama korea lainnya, seperti You're Beautiful, dan Coffee Prince. Kisah tentang seorang perempuan bernama Kim Yoon Hee (Park Min Young) yang terpaksa menyamar menjadi laki-laki bernama Kim Yoon Shik (yang sebenarnya nama adiknya), di awal cerita memusuhi tokoh utama laki-laki Lee Seon Joon (Park Yuchun) tapi kemudian jatuh cinta dengannya. Dan dikisahkan pula Kim Yoon Hee-KYH hidup dikelilingi laki-laki tampan lainnya seperti si playboy Goo Young Ha (so joong ki) dan si berandal Moon Jae Shin (Yoo Ah In). Bisa dibayangkan dong ya bagaimana kisahnya amat menyerupai You're Beautiful dan Coffee Prince...


Moon Jae Shin dan Polem yang 'gak natural' berantakan



Ceritanya memang sedikit klise ditambah lagi terdapat beberapa kejanggalan dalam drama ini. Kejanggalan itu antara lain terdapat pada; Properti shooting, beberapa properti shooting seperti buku, pakaian, dan peralatannya terlihat dalam keadaan yang 'amat rapi' dan kelihatan terlalu baru. Wig pemain terutama dari salah satu tokoh pembantu utama, Moon Jae Shin agaknya mengganggu penglihatan. Dengan setelan rambut yang tidak pernah berubah di setiap keadaan menjadi terlihat agak tidak natural berantakan tapi sengaja dibuat2. belum lagi dengan gaya rambut yang 'polem' hahaha bikin saya jadi mengkhayal apakah band emo sudah terkenal sejak jaman joseon? hehehe. Dan kemudian, Soundtrack yang amat modern, yang untuk pertama kali mendengarnya saya langsung sedikit merasa janggal. but then it's okay. suara halus jaejoong (personil dbsk dan jyj yg mukanya kelewat cantik tp badan se-kekar ade rai) meruntuhkan semua kejanggalan.


Terlepas dari kejanggalan yang ada pada drama tersebut, sebenarnya jalan cerita cukup menarik karena ya itu, menggunakan setting jaman Joseon. Jadi si tokoh utama pria, Lee Seon Joon dan teman-temannya memiliki khas dialog ala jaman baheula, tutur kata sopan dan tertata. Apalagi dikisahkan juga mereka ini hidup dalam lingkungan orang terpelajar, di universitas eh perguruan Sungkyunkwan. Kalau mereka berdialog seperti (ceritanya) menggunakan kutipan2 dari pantun/puisinya korea jaman dahulu. Mereka seperti memperlihatkan ikatan norma sosial yang masih amat kental di berbagai aspek kehidupan bermasyarakatnya. Tercakup pula jalinan kisah asmara mereka di dalamnya.

Buat saya si penggemar kisah cinta klasik, romantisme si Lee Seon Joon jadi punya nilai lebih karena bungkusannya yang kuat dari norma sosial. Bagaimana dia menyampaikan isi hatinya, bagaimana dia merayu Kim Yoon Shik/Hee, bagaimana dia harus menjaga gadis itu dengan cara yang kental khas kisah jaman dahulu. Dan juga karena sifat patriarki yang masih amat kuat, semua yang dilakukan oleh Lee Seon Joon dan Moon Jae Shin bukan main bikin saya harus mengulum bibir dan memejamkan mata, betapa inginnya dilakukan setulus itu oleh lawan jenis, yang kini sepertinya sulit sekali didapat. 

Di drama ini memperlihatkan betapa patriarkinya Korea jaman dahulu. Okay pada umumnya patriarki memang condong ke arah negatif karena perlakuan lelaki yang amat 'menjajah' wanita, tapi di film ini secara halus diperlihatkan bahwa memang ada sebenarnya kodrat wanita yang tidak akan bisa lepas dan membutuhkan peran lelaki yang lebih besar. Bukan berarti saya adalah orang pro Patriarki dan anti emansipasi. Hanya saja saya menyadari bahwa pada suatu saat wanita akan lebih banyak dikuasai oleh emosi, perasaan atau apapun itu yang membuatnya sebentar melupakan logika dan rasionalitas. Dan pada suatu saat fisik wanita akan berada di titik yang lebih lemah dari laki laki. 


Tulisan ini terlalu berantakan, karena saya terlalu menyukai drama ini, bingung apa yang harus saya ungkapkan dan saya ceritakan. i can not tell directly how it blown my mind how it turn me into a 'homeschooling' student because i skipped classes only to watch this one. 

look at dorky yong ha, cute yoon shik, conservative seon joon and smirky jae shin

Betapa akhirnya saya amat menyukai soundtrack drama ini dan membuat saya secara mendadak membeli tiket konser seharga tiga sepatu. Oh betapa saya inginnya berbincang dengan seseorang mengenai drama ini..
betapa saya ingin melihat Lee seon Joon ada di kehidupan nyata hahahah



*teman korea yang 'bertugas' menemani kehidupan korea untuk pelajar asing di kampus saya
 

Template by BloggerCandy.com